LUBUAK DALAM ( SUNGAI DALAM ) sahabat yang terlupakan

Selain membahas Budaya minangkabau saya juga akan sedikit berbagi cerita tentang hal - hal yang membuat saya sedih,salah satunya adalah lubuak dalam atau sungai dalam.
Terletak di desa lubuk selasih kabupaten solok sumatra barat yang merupakan tanah kelahiran saya.
Bagi saya lubuak dalam lebih dari sekedar aliran sungai melainkan sahabat lama yang akan selalu saya rindukan.
Mengapa demikian? Saya terlahir dalam keluarga yang kurang mampu dan bukanlah orang penting atau orang terpandang di desa ( intinya tidak banyak orang yang mau berteman atau sekedar memperhatikan saya ) sehingga lubuak dalam menjadi salah satu teman setia yang telah mengajari saya berenang,membolehkan saya menangkap ikan atau udang untuk saya makan dan menjadi teman yang selalu bersedia memdengarkan cerita saya temtang apa - apa yang menjadi impian saya.
Tapi kini lubuak dalam penuh sampah,dangkal,bau dan tidak alami lagi.
Mungkin karna orang - orang tidak menganggap lubuak dalam sebagai sahabat seperti yang saya lakukan atau mungkin karna lubuak dalam juga bukan sesuatu yang di anggap penting dan perlu di perhatikan.
Hal ini sangatembuat saya sedih,setiap pulang kampung saya selalu menyempatkan diri untuk duduk di pinggiran lubuak dalam sekedar memgenang masa lalu dan mendengarkan curahan hatinya ketika tak lagi bersama saya.

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Back
to top